Rabu, 27 November 2013

Pendorong Pendidikan Individu

Faktor Pendorong Agar Mendapatkan Pendidikan yang Baik Secara Individu

1. Kemauan
Adanya kemauan akan mendorong belajar dan sebaliknya tidak adanya kemauan dapat memperlemah belajar. Di dalam individu yang belajar harus adanya dorongan  dalam dirinya, yang dapat mendorong kesatuan tujuan.

2. Motivasi
Motivasi merupakan suatu dorongan pada diri manusia untuk berbuat mencapai tujuan. Dorongan dari luar dan dalam disebabkan karena adanya kebutuhan sehingga akan mendorong individu untuk lebih giat lagi dalam belajar.

3. Perhatian
Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditunjukkan pada suatu atau sekumpulan obyek. Jika pelajaran tidak menarik maka timbullah rasa bosan sehingga menimbulkan rasa malas belajar dan sebagai akibatnya prestasinya akan menurun.

4. Kecerdasan
Kecerdasan atau intelegensi adalah kemampuan jiwa untuk memecahkan suatu masalah dengan tepat dan cepat, peranan kecerdasan dapat menyebabkan belajar cepat berhasil.

5. Ingatan
Ingatan penting dalam belajar sebab ingatan akan menyebabkan kepandaian, kecakapan keterampilan seseorang dapat bertambah. Individu yang lemah ingatannya akan sulit memproses  terhadap hasil belajar. Sebaliknya jika ingatannya kuat dan tahan lama membuat belajar akan tetap stabil dan mudah dalam memproses dari apa yang telah dipelajari.

Menurut  Arden Frandsen menyebutkan bahwa  yang mendorong seseorang untuk belajar adalah sebagai berikut:
1. Adanya sifat ingin  tahu dan  ingin menyelidiki dunia yang lebih luas.
2.Adanya sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan adanya keinginan untuk selalu maju.
3. Adanya keinginan untuk mendapat simpati dari orang tua , guru dan teman-teman .
4. Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru.
5. Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman.
6. Adanya pengajaran atau hukuman sebagai akhir dari pada belajar .

Menurut Slameto “Kematangan fisik maupun psikis sangat mempengaruhi prestasi belajar dan yang dimaksud kematangan di sini adalah suatu tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang di mana alat-alat tubuhnya sudah siap melaksanakan kecakapan baru”.
Suatu yang besar pengaruhnya dalam mendorong belajar individu ialah  cita-cita. Karena cita-cita pusat dari bermacam-macam kebutuhan, sehingga dorongan tersebut mampu meningkatkan dorongan untuk belajar.
Salah  satu faktor yang mendorong dalam keberhasilan belajar seseorang adalah adanya faktor sosial, diantaranya yang termasuk ke dalam faktor sosial adalah sebagai berikut:
1. Faktor Lingkungan Keluarga
Karena keluarga merupakan lingkungan pendidik  yang pertama dan utama dan dalam keluarga inilah individu akan menerima pengaruh  dari keluarga yang berupa:
• Cara orang tua mendidik
• Relasi antar anggota keluarga.
• Suasana rumah yang nyaman dan tentram.
• Keadaan ekonomi keluarga. Fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang.

2. Faktor Lingkungan Sekolah
Faktor-faktor sekolah mempengaruhi belajar ini mencakup beberapa hal sebagai berikut:
• Metode mengajar, suatu cara atau jalan yang harus dilalui di dalam mengajar.
•Kurikulum diartikan sebagai jumlah kegiatan yang diberikan, kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar individu menerima, menguasai dan mengembangkan pelajaran itu.
• Relasi dengan guru, proses belajar mengajar terjadi antara guru dengan siswa proses tersebut juga dipengaruhi oleh relasi yang ada dalam relasi itu sendiri.
• Relasi siswa dengan siswa ini perlu diciptakan agar dapat memberikan pengaruh  yang positif terhadap belajar siswa.
• Disiplin sekolah. Disiplin sekolah erat hubungannya dengan kejiwaan siswa dalam sekolah dan juga dalam belajar.
• Alat pelajaran. Erat hubungannya dengan cara belajar siswa karena alat pelajaran yang dipakai oleh guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh siswa untuk menerima bahan yang diajarkan.
• Waktu sekolah ialah waktu terjadinya proses belajar mengajar  di sekolah.
• Metode belajar. Dengan cara belajar yang tepat akan efektif pula berhasil belajar siswa itu.
• Tugas rumah. Waktu belajar terutama di sekolah, di samping untuk belajar di rumah biarlah digunakan untuk kegiatan- kegiatan lain.

3. Faktor Lingkungan Masyarakat
Masyarakat dapat diartikan sebagai kumpulan individu dan kelompok, maka dalam masyarakat itu tentunya terjadi hubungan timbal balik. Dengan demikian corak kehidupan masyarakat seringkali dipengaruhi oleh tokoh-tokoh masyarakat. Merekalah yang umumnya menjadi panutan bagi masyarakat sekitar. Maka apa yang diajarkan oleh mereka memberikan arahan terhadap setiap individu.

4. Faktor Budaya
Adat istiadat merupakan faktor juga dalam belajar seperti yang dikemukakan oleh Slameto ”Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam belajar” Untuk itu perlu ditanamkan kebiasaan atau norma- norma yang baik agar mampu menjadi individu yang baik, baik pula dalam prestasi di dalam dunia pendidikan.

5. Faktor Spiritual dan Keagamaan

Kehidupan kita akan lebih terarah dan lebih bermakna apabila kita mengenal agama dan dengan agama itu kita mampu berdampingan dengan orang lain. Apabila lingkungan kita buruk tentunya secara otomatis akan terpengaruh dalam belajarnya. Akibatnya belajarnya terganggu bahkan kehilangan semangat untuk belajar karena perhatiannya semula berpusat kepada pelajaran berpindah ke perbuatan-perbuatan yang selalu dilakukan orang-orang di sekitarnya. Untuk itu kita harus menghindar dari lingkungan seperti itu dan mengalihkan kepada perbuatan yang positif seperti belajarnya hingga prestasi belajarnya dapat mencapai hasil yang maksimal.www.google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

    • Popular
    • Categories
    • Archives