Faktor Pendorong Agar Mendapatkan
Pendidikan yang Baik Secara Individu
1.
Kemauan
Adanya kemauan akan mendorong belajar dan
sebaliknya tidak adanya kemauan dapat memperlemah belajar. Di dalam individu
yang belajar harus adanya dorongan dalam
dirinya, yang dapat mendorong kesatuan tujuan.
2.
Motivasi
Motivasi merupakan suatu dorongan pada diri
manusia untuk berbuat mencapai tujuan. Dorongan dari luar dan dalam disebabkan
karena adanya kebutuhan sehingga akan mendorong individu untuk lebih giat lagi
dalam belajar.
3.
Perhatian
Perhatian merupakan pemusatan atau
konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditunjukkan pada suatu atau
sekumpulan obyek. Jika pelajaran tidak menarik maka timbullah rasa bosan
sehingga menimbulkan rasa malas belajar dan sebagai akibatnya prestasinya akan
menurun.
4.
Kecerdasan
Kecerdasan atau intelegensi adalah
kemampuan jiwa untuk memecahkan suatu masalah dengan tepat dan cepat, peranan
kecerdasan dapat menyebabkan belajar cepat berhasil.
5.
Ingatan
Ingatan penting dalam belajar sebab ingatan
akan menyebabkan kepandaian, kecakapan keterampilan seseorang dapat bertambah.
Individu yang lemah ingatannya akan sulit memproses terhadap hasil belajar. Sebaliknya jika
ingatannya kuat dan tahan lama membuat belajar akan tetap stabil dan mudah
dalam memproses dari apa yang telah dipelajari.
Menurut Arden Frandsen menyebutkan bahwa yang mendorong seseorang untuk belajar adalah
sebagai berikut:
1.
Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas.
2.Adanya sifat yang kreatif
yang ada pada manusia dan adanya keinginan untuk selalu maju.
3.
Adanya keinginan untuk mendapat simpati dari orang tua , guru dan teman-teman .
4.
Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru.
5.
Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman.
6.
Adanya pengajaran atau hukuman sebagai akhir dari pada belajar .
Menurut Slameto “Kematangan fisik maupun
psikis sangat mempengaruhi prestasi belajar dan yang dimaksud kematangan di
sini adalah suatu tingkat atau fase dalam pertumbuhan seseorang di mana
alat-alat tubuhnya sudah siap melaksanakan kecakapan baru”.
Suatu yang besar pengaruhnya dalam
mendorong belajar individu ialah
cita-cita. Karena cita-cita pusat dari bermacam-macam kebutuhan,
sehingga dorongan tersebut mampu meningkatkan dorongan untuk belajar.
Salah
satu faktor yang mendorong dalam keberhasilan belajar seseorang adalah
adanya faktor sosial, diantaranya yang termasuk ke dalam faktor sosial adalah
sebagai berikut:
1.
Faktor Lingkungan Keluarga
Karena keluarga merupakan lingkungan
pendidik yang pertama dan utama dan
dalam keluarga inilah individu akan menerima pengaruh dari keluarga yang berupa:
•
Cara orang tua mendidik
•
Relasi antar anggota keluarga.
•
Suasana rumah yang nyaman dan tentram.
• Keadaan ekonomi keluarga.
Fasilitas belajar itu hanya dapat terpenuhi jika keluarga mempunyai cukup uang.
2.
Faktor Lingkungan Sekolah
Faktor-faktor
sekolah mempengaruhi belajar ini mencakup beberapa hal sebagai berikut:
•
Metode mengajar, suatu cara atau jalan yang harus dilalui di dalam mengajar.
•Kurikulum diartikan sebagai
jumlah kegiatan yang diberikan, kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan
bahan pelajaran agar individu menerima, menguasai dan mengembangkan pelajaran
itu.
• Relasi dengan guru, proses
belajar mengajar terjadi antara guru dengan siswa proses tersebut juga
dipengaruhi oleh relasi yang ada dalam relasi itu sendiri.
• Relasi siswa dengan siswa
ini perlu diciptakan agar dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap belajar siswa.
• Disiplin sekolah. Disiplin
sekolah erat hubungannya dengan kejiwaan siswa dalam sekolah dan juga dalam
belajar.
• Alat pelajaran. Erat
hubungannya dengan cara belajar siswa karena alat pelajaran yang dipakai oleh
guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh siswa untuk menerima bahan yang
diajarkan.
•
Waktu sekolah ialah waktu terjadinya proses belajar mengajar di sekolah.
• Metode belajar. Dengan cara
belajar yang tepat akan efektif pula berhasil belajar siswa itu.
• Tugas rumah. Waktu belajar
terutama di sekolah, di samping untuk belajar di rumah biarlah digunakan untuk
kegiatan- kegiatan lain.
3.
Faktor Lingkungan Masyarakat
Masyarakat dapat diartikan sebagai kumpulan
individu dan kelompok, maka dalam masyarakat itu tentunya terjadi hubungan
timbal balik. Dengan demikian corak kehidupan masyarakat seringkali dipengaruhi
oleh tokoh-tokoh masyarakat. Merekalah yang umumnya menjadi panutan bagi
masyarakat sekitar. Maka apa yang diajarkan oleh mereka memberikan arahan
terhadap setiap individu.
4.
Faktor Budaya
Adat istiadat merupakan faktor juga dalam
belajar seperti yang dikemukakan oleh Slameto ”Tingkat pendidikan atau
kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam belajar” Untuk itu
perlu ditanamkan kebiasaan atau norma- norma yang baik agar mampu menjadi individu
yang baik, baik pula dalam prestasi di dalam dunia pendidikan.
5. Faktor Spiritual dan Keagamaan
Kehidupan kita akan lebih terarah dan lebih
bermakna apabila kita mengenal agama dan dengan agama itu kita mampu
berdampingan dengan orang lain. Apabila lingkungan kita buruk tentunya secara
otomatis akan terpengaruh dalam belajarnya. Akibatnya belajarnya terganggu
bahkan kehilangan semangat untuk belajar karena perhatiannya semula berpusat
kepada pelajaran berpindah ke perbuatan-perbuatan yang selalu dilakukan
orang-orang di sekitarnya. Untuk itu kita harus menghindar dari lingkungan
seperti itu dan mengalihkan kepada perbuatan yang positif seperti belajarnya
hingga prestasi belajarnya dapat mencapai hasil yang maksimal.www.google.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar